About the Journal
| Journal title | Journal Purnama Education and Learning Studies |
| Initials | JPELS |
| Frequency | 3 issues per year (July – November – March) |
| DOI | xxxx-xxxx |
| Online ISSN | xxxx-xxxx |
| Editor-in-chief | Assist. Prof. Dr. Putut Ary Sadewo, M.Pd. |
| Managing Editor | Prof. Dr. Samsul Hadi, M.Pd., M.T |
| Publisher | Dairyu Purnama Publisher |
| Citation Analysis | Google Scholar | Garuda |
| Affiliation | - |
Journal Purnama Education and Learning Studies (JPELS) is a scientific journal that focuses on publishing research findings, conceptual studies, and innovations in the field of education and learning. This journal serves as an academic platform for researchers, lecturers, teachers, education practitioners, and students to share ideas and scientific findings that contribute to the development and improvement of education quality at local, national, and international levels.
JPELS publishes articles covering various areas of educational studies, including learning strategies, educational technology, curriculum, educational evaluation, educational management, character education, literacy, inclusive education, teacher professional development, and contemporary issues in education. Every article published undergoes a peer-review process to ensure its quality, originality, and scientific contribution.
With a spirit of innovation and academic collaboration, Purnama Education and Learning Studies is committed to becoming a scientific publication platform that supports the advancement of educational knowledge that is adaptive, humanistic, and oriented toward the progress of learning in the global era.
Download Template
Current Issue
Journal Purnama Education and Learning Studies (JPELS) Volume 1, Number 1, July 2026, has published a collection of research articles.
We would like to express our sincere gratitude to all Authors, Editors, Reviewers, Readers, and everyone who has been involved and contributed to this publication. We hope that the articles published in the Journal Purnama Education and Learning Studies (JPELS) will provide benefits to all parties.
All content in the Journal Purnama Education and Learning Studies (JPELS) is licensed:
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Articles
-
Analisis Bibliometrik: Tren Penggunaan Quizizz Dalam Pendidikan Menggunakan VOSviewer
Putri Yuliana Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung Indonesia , Margaretha Karolina Sagala Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung IndonesiaQuizizz merupakan salah satu platform pembelajaran berbasis game yang banyak digunakan dalam pendidikan karena kemampuannya meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Meskipun penggunaannya semakin meluas, belum ada studi bibliometrik yang secara komprehensif memetakan tren penelitian tentang Quizizz dalam pendidikan menggunakan VOSviewer, khususnya dalam mengidentifikasi klaster tematik dan kesenjangan penelitian pada skala global. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan melakukan analisis bibliometrik terhadap 387 artikel yang diterbitkan antara tahun 2019–2024, yang diambil dari Google Scholar melalui Publish or Perish. Berbeda dengan tinjauan sebelumnya yang berfokus pada studi individual atau konteks tunggal, penelitian ini menggunakan analisis co-occurrence kata kunci melalui VOSviewer untuk memetakan secara sistematis 110 istilah relevan ke dalam delapan klaster tematik, sehingga dapat mengungkap tema penelitian yang dominan dan area yang belum banyak dieksplorasi. Temuan menunjukkan adanya peningkatan jumlah publikasi setiap tahun, dengan output tertinggi sebanyak 138 artikel pada tahun 2024. Istilah yang paling dominan quizizz, learning, gamification, dan assessment mengindikasikan fokus penelitian pada pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Yang menarik, istilah terkait equity, teacher professional development, dan longitudinal impact tampak kurang direpresentasikan, sehingga menjadi arah potensial untuk penelitian selanjutnya. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik dan peneliti dalam merancang kurikulum terintegrasi teknologi serta mengidentifikasi area penelitian prioritas dalam pendidikan digital.
Pages: 1-9Views: 21 Downloads: 13Persepsi Siswa Terhadap Penggunaan Generative AI Sebagai Alat Bantu Belajar Di SMK Negeri 4 Bandar Lampung
Jeremia Adi Pratama Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Afif Rahman Riyanda Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Margaretha Karolina Sagala Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Bayu Saputra Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung IndonesiaGenerative Artificial Intelligence (AI) is rapidly transforming educational landscapes; nevertheless, its specific impact within vocational education which strictly demands authentic practical skills and hands-on experience remains vastly under-explored. This research aims to analyze the perception level of students at SMK Negeri 4 Bandar Lampung regarding the use of Generative AI as a learning aid. This quantitative study involved 350 students, determined using the Slovin formula from a total population of 2,478. The sampling technique employed Proportionate Stratified Random Sampling to ensure representation across 10 different vocational competencies. Data were collected through a validated 40-item questionnaire and analyzed using descriptive statistics. The results indicate that students' perceptions across all indicators (benefits, ease of use, risks, and attitude) fall within the moderate category. These findings underscore a dynamic of critical awareness among vocational students in navigating machine efficiency alongside the accompanying academic risks. Consequently, educational institutions must formulate explicit ethical guidelines and redesign practical-based assessments to safeguard core vocational competencies from over-reliance on artificial intelligence
Pages: 10-16Views: 19 Downloads: 10Dampak Desain Feedback Visual terhadap Pengalaman Pengguna dalam Aplikasi Pembelajaran Interaktif ‘Duolingo’
Klaresta Ayu Pramesti Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Iqbal Rizki Fadillah Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Regina Mawaddah Rahmah Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Revan Pratama Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung IndonesiaPenelitian ini membahas pengaruh desain feedback visual terhadap pengalaman pengguna pada aplikasi pembelajaran interaktif Duolingo. Fokus kajian diarahkan pada tiga elemen utama, yaitu respons visual instan, konsistensi antarmuka, dan gamifikasi, serta kaitannya dengan kemudahan penggunaan, motivasi belajar, dan kepuasan pengguna. Metode yang digunakan adalah studi pustaka sistematis naratif dengan menelaah penelitian tentang Duolingo, gamifikasi pembelajaran bahasa, dan evaluasi usability pada sistem e-learning. Hasil sintesis menunjukkan bahwa feedback visual yang cepat dan jelas cenderung meningkatkan persepsi kemudahan penggunaan dan keterlibatan pengguna, sedangkan progress visualization, badges, points, dan streaks berperan dalam menjaga motivasi belajar. Namun, literatur juga menunjukkan bahwa efek positif tersebut tidak selalu langsung berujung pada peningkatan hasil belajar, dan beberapa elemen seperti streak serta kompetisi dapat memicu stres atau menurunkan otonomi belajar pada sebagian pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa desain feedback visual yang efektif perlu tidak hanya menarik secara estetis, tetapi juga informatif, konsisten, mendukung regulasi diri, dan diuji dengan metrik UX yang terukur.
Pages: 17-24Views: 78 Downloads: 16Analysis of research trends in interactive learning media at the secondary school level: A bibliometric study assisted by VOSviewer
Ratu Inayah Khansa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Fadil Firdian Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Muhammad Segaf Alfarizi Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung IndonesiaResearch on interactive learning media in secondary education has grown rapidly, but its publications are still distributed across different subjects, platforms, methods, and school contexts. This condition makes the dominant research direction and emerging themes difficult to identify systematically. This study aims to map publication trends, keyword clusters, and thematic shifts in interactive learning media research at the secondary school level from 2020 to 2024. A bibliometric method was used by analyzing 500 articles retrieved from Google Scholar through Publish or Perish. The data were screened, cleaned, and organized using Microsoft Excel, then visualized with VOSviewer through network, overlay, and density visualization. The findings show that the number of publications increased from 2020 to 2023, reaching a peak in 2023 with 123 articles, before declining slightly in 2024. Keyword mapping produced eight clusters dominated by Android-based media, interactive multimedia, Articulate Storyline, Lectora Inspire, iSpring Suite, web-based media, validity, practicality, effectiveness, and student learning outcomes. The overlay visualization indicates a thematic shift from product development toward studies that examine media effectiveness and learning impact. The scientific contribution of this study lies in providing a focused bibliometric map of interactive learning media research in junior high school, senior high school, and vocational high school contexts. These findings can guide future researchers and educators in designing interactive media that are not only technically feasible but also pedagogically meaningful and oriented toward measurable learning outcomes.
Pages: 25-35Views: 10 Downloads: 7Fenomena Ketergantungan Pembelajaran Digital pada Siswa Sekolah Dasar dan Menengah Pertama
Ani Sholikhatin Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Watsiqi Ramadhani Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Agdaria Halizah Madyah Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Dita Aulia Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung IndonesiaPerkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah arah pendidikan secara fundamental. Fenomena ketergantungan pembelajaran digital pada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi isu kritis yang memerlukan kajian mendalam. Kajian pustaka sistematis (SLR) ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ketergantungan platform digital interaktif serta dampaknya terhadap kemampuan belajar konvensional siswa. Melalui analisis kritis berbagai literatur ilmiah, kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pemetaan sistemik ketergantungan digital siswa yang dihubungkan langsung dengan stagnasi model SAMR dan kesenjangan kerangka kerja TPACK guru di tingkat pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa lebih termotivasi oleh pembelajaran digital, namun berdampak pada penurunan rentang konsentrasi, kemandirian, dan keterampilan motorik halus (menulis tangan). Kontribusi ilmiah dari kajian ini adalah perumusan model integrasi berimbang yang membatasi persuasive design gawai. Implikasi kebijakan praktis yang direkomendasikan bagi sekolah SD-SMP meliputi regulasi pembatasan durasi akses platform digital berbasis dopamin loop di kelas dan kewajiban restorasi sesi menulis manual terstruktur guna menjaga daya tahan kognitif (cognitive endurance) siswa.
Pages: 36-40Views: 11 Downloads: 23Dinamika Pendidikan di Tengah Arus Digitalisasi: Transformasi Metode Belajar pada Generasi Digital
Marisa Agustina Putri Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Nabila Safira Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Liumena Feyruz Shiban Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Dela Nanda Sari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung IndonesiaUrgensi literasi digital sejak usia dini semakin mengemuka pascapandemi Covid-19, sebagai refleksi proses pembelajaran generasi Z & alpha. Kondisi ini menegaskan pentingnya media pembelajaran abad ke-21 yang dirancang untuk membangun generasi digital yang adaptif terhadap perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika pendidikan di tengah arus digitalisasi serta mengidentifikasi bagaimana transformasi metode belajar berlangsung pada siswa dan mahasiswa sebagai representasi generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika pendidikan di tengah arus digitalisasi serta melihat bagaimana perubahan metode belajar terjadi pada siswa dan mahasiswa sebagai representasi generasi digital. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih berfokus pada adopsi teknologi pembelajaran, penelitian ini mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap transformasi metode belajar digital dengan menempatkan digital fatigue sebagai indikator pengalaman belajar digital. Digital fatigue dalam penelitian ini didefinisikan sebagai kondisi kejenuhan dan penurunan motivasi belajar akibat paparan aktivitas digital yang berkepanjangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas pedagogi digital dosen menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas pembelajaran digital dan preferensi mahasiswa terhadap model adaptive blended learning yang lebih responsif terhadap karakteristik generasi digital. Penelitian ini membahas preferensi mahasiswa terhadap model adaptive blended learning, yaitu perpaduan pembelajaran daring dan tatap muka yang porsinya disesuaikan dengan tingkat digital fatigue mahasiswa, sehingga lebih sesuai dengan karakteristik generasi digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan digital fatigue sebagai indikator kuantitatif pengalaman belajar digital, bukan sekadar mengukur seberapa jauh teknologi diadopsi.
Pages: 41-51Views: 35 Downloads: 16Peluang dan Tantangan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi
Zapriyan Hadari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung Indonesia , Rifky Ananda Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung Indonesia , Nia Ramadhani Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung Indonesia , Debora Dapmy Noventri Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung IndonesiaTeknologi Artificial Intelligence (AI) generatif seperti ChatGPT, Gemini, dan GitHub Copilot berkembang sangat cepat dan mengubah wajah pendidikan tinggi di berbagai negara. Perubahan ini juga dirasakan oleh program studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI). Program studi ini memiliki posisi khas sebab mahasiswanya tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga calon guru IT yang kelak akan mengajarkan teknologi tersebut kepada orang lain. Penelitian ini berupaya memetakan peluang dan tantangan pemanfaatan AI dalam proses belajar mahasiswa PTI secara empiris, dengan bersumber langsung pada sudut pandang mahasiswa itu sendiri. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data dihimpun melalui angket berbasis Google Form yang disebarkan kepada mahasiswa PTI dari beberapa angkatan, lalu diolah dengan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa mahasiswa PTI memanfaatkan AI secara intensif untuk mempercepat pemahaman teknis, misalnya dalam membantu proses debugging kode dan menjelaskan konsep algoritma. Selain itu, AI juga dipakai untuk mengefisienkan tugas-tugas kependidikan, seperti menyusun draf modul ajar. Namun demikian, mahasiswa turut melaporkan munculnya kecenderungan ketergantungan akademik serta kecemasan profesional terhadap masa depan peran guru IT pada era AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI dapat menjadi mitra kognitif yang produktif bagi mahasiswa, tetapi berisiko berubah menjadi substitusi proses berpikir apabila tidak diimbangi dengan desain asesmen yang tepat serta pendampingan pedagogis yang memadai. Temuan ini berimplikasi pada kebutuhan untuk mereorientasi strategi penilaian pembelajaran di program studi PTI, agar proses pembelajaran tetap relevan di tengah perkembangan kecerdasan buatan.
Pages: 52-61Views: 62 Downloads: 12Analisis Penggunaan Elemen Gamifikasi pada Antarmuka Aplikasi E-Learning untuk Meningkatkan Keterikatan (Engagement) Belajar Siswa Kelas XI
Melani Puspa Indira Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung Indonesia , Cindy Fatika Sari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung Indonesia , Andini Setyaningrum Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung Indonesia , M. Al Farisi Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung IndonesiaPerkembangan teknologi mendorong perkembangan platform interaktif seperti Quizizz. Namun, pembelajaran digital sering kali dianggap membosankan oleh siswa akibat kurangnya keterlibatan (engagement). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan elemen gamifikasi pada antarmuka Quizizz terhadap keterikatan belajar siswa kelas XI. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan yang bersifat asosiatif dan kausal. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring kepada 46 siswa kelas XI di SMK Swadhipa 1 Natar, SMA Assahil, dan SMA Negeri 3 Martapura. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen gamifikasi berkontribusi sebesar 58,3% terhadap keterikatan belajar siswa dengan pemicu visual utama yaitu indikator poin dan papan peringkat.
Pages: 62-70Views: 40 Downloads: 24View All IssuesAnalisis Komparasi Antarmuka Canva dan Figma: Studi Usability dalam Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif oleh Mahasiswa
Affan Awaludin Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung, Indonesia Indonesia , Aji Kuncoro Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung, Indonesia Indonesia , Fathi Attalah Vikriansyah Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung, Indonesia Indonesia , Wulan Sari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung, Indonesia IndonesiaKebutuhan akan media pembelajaran interaktif yang berkualitas membuat mahasiswa semakin akrab dengan berbagai perangkat desain digital, dan dua aplikasi yang paling sering dipilih untuk keperluan tersebut adalah Canva dan Figma. Meski sama-sama populer, kedua aplikasi ini menawarkan cara kerja yang cukup berbeda sehingga pengalaman penggunanya pun tidak selalu sama. Tulisan ini berupaya memetakan serta membandingkan sejauh mana tingkat usability Canva dan Figma ketika dimanfaatkan mahasiswa untuk merancang media pembelajaran interaktif. Untuk itu digunakan desain penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Data dihimpun dari 31 mahasiswa lintas program studi yang memiliki pengalaman memakai kedua aplikasi tersebut, melalui kuesioner daring yang disebarkan via Google Form. Instrumen yang dipakai mengacu pada lima dimensi usability, yakni learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction, yang diukur dengan skala Likert lima poin lalu dianalisis secara deskriptif untuk melihat capaian usability tiap aplikasi. Dari hasil pengolahan data terlihat bahwa Canva mencatatkan rata-rata usability 4,04 (kategori baik), sementara Figma berada di angka 3,55 (juga kategori baik). Keunggulan Canva tampak paling jelas pada kemudahan pemakaian, efisiensi saat membuat media, serta keberagaman template yang tersedia. Di sisi lain, Figma justru menonjol dalam hal fleksibilitas desain dan dukungan kerja kolaboratif, walau sebagian penggunanya membutuhkan waktu adaptasi yang relatif lebih panjang. Dengan demikian, Canva lebih cocok dipilih ketika mahasiswa menginginkan proses pembuatan media yang ringkas, praktis, dan mudah dijalankan, sedangkan Figma menjadi pilihan yang lebih tepat untuk kebutuhan desain yang menuntut kompleksitas dan kolaborasi yang lebih tinggi.
Pages: 71-79Views: 40 Downloads: 7Analisis Pengalaman Mahasiswa dalam Menggunakan ChatGPT untuk Mendukung Proses Belajar
Sahir Alfa Rizqi Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Yoga Apriyanto Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung Indonesia , Daniel Syaputra Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Lampung IndonesiaPerkembangan teknologi kecerdasan buatan generatif di lingkungan pendidikan tinggi semakin
mendorong perubahan dalam cara mahasiswa memperoleh dan mengolah informasi untuk kegiatan
akademik. Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah ChatGPT, yang mampu memberikan
respons berbasis teks secara cepat dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman
mahasiswa dalam memanfaatkan ChatGPT sebagai sarana pendukung pembelajaran, meliputi
intensitas penggunaan, tujuan pemanfaatan, persepsi terhadap efektivitas belajar, serta pengaruhnya
terhadap kemandirian belajar.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan
observasi konten pada media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, serta data survei simulatif
yang disusun berdasarkan pola penggunaan yang umum ditemukan di kalangan mahasiswa. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan ChatGPT secara rutin,
dengan frekuensi penggunaan antara tiga hingga tujuh kali dalam satu minggu. Pemanfaatan utama
ChatGPT dilakukan untuk membantu memahami materi perkuliahan dan menyelesaikan tugas
akademik. Sebagian besar responden juga menilai bahwa penggunaan ChatGPT memberikan dampak
positif terhadap efektivitas belajar mereka.Selain itu, hasil penelitian mengindikasikan adanya
peningkatan kemampuan mahasiswa dalam melakukan eksplorasi pengetahuan secara mandiri dan
memecahkan permasalahan akademik. Namun demikian, peningkatan pada aspek regulasi diri masih
tergolong terbatas dibandingkan indikator lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan
ChatGPT memiliki potensi untuk mendukung proses pembelajaran apabila digunakan secara kritis dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai
pengalaman mahasiswa Indonesia dalam memanfaatkan teknologi AI sekaligus menjadi dasar dalam
merumuskan strategi pengembangan literasi digital yang lebih efektif di perguruan tinggi.Pages: 80-87Views: 15 Downloads: 11The Relationship Between Fear of Failure and Procrastination Among Islamic Psychology Students at UIN Imam Bonjol Padang
Siti Fatimah Sari Faculty of Ushuluddin and Religious Studies, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Indonesia , Murisal Faculty of Ushuluddin and Religious Studies, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang Indonesia , Mai Tiza Husna Faculty of Ushuluddin and Religious Studies, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang IndonesiaThe background of this study is the high academic demands faced by students, which have the potential to create evaluative pressure and trigger fear of failure, a factor associated with academic procrastination. This study aims to examine the relationship between fear of failure and academic procrastination among students of the Islamic Psychology Study Program at UIN Imam Bonjol Padang. A quantitative correlational design was employed, with a sample of 266 students selected using stratified random sampling. Data were collected using the Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) and the Tuckman Procrastination Scale, both of which were adapted and tested for validity and reliability. Data analysis was performed using Pearson Product Moment correlation. The results indicate a significant positive relationship between fear of failure and academic procrastination (r = 0.597; p < 0.001), suggesting that higher fear of failure is associated with a greater tendency to delay academic tasks. Most respondents were categorized in the medium range for both variables. The findings highlight that fear of failure is an important emotional factor contributing to academic procrastination, emphasizing the need for interventions focused on emotion regulation, self-efficacy enhancement, and student learning behavior management.
Pages: 88-95Views: 32 Downloads: 18Additional Menu
Journal Template
Collaboration

About the Journal
Journal Purnama Education and Learning Studies (JPELS) is a peer-reviewed journal that publishes original research, literature reviews, conceptual papers, and innovations in education and learning. It provides a platform for researchers, educators, practitioners, and students to share scholarly work that advances educational knowledge and practice. All submissions undergo a rigorous peer-review process to ensure quality, originality, and scientific contribution.
.
Contact
Dairyu Purnama Publisher
Jl. Nusantara Raya No.192, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16421, Indonesia.
Email: jpelspurnama@gmail.com
WA/Telp: +62 85831480383© Copyright 2026 Dairyu Purnama Publisher




