Fenomena Ketergantungan Pembelajaran Digital pada Siswa Sekolah Dasar dan Menengah Pertama
Abstract
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah arah pendidikan secara fundamental. Fenomena ketergantungan pembelajaran digital pada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi isu kritis yang memerlukan kajian mendalam. Kajian pustaka sistematis (SLR) ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ketergantungan platform digital interaktif serta dampaknya terhadap kemampuan belajar konvensional siswa. Melalui analisis kritis berbagai literatur ilmiah, kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pemetaan sistemik ketergantungan digital siswa yang dihubungkan langsung dengan stagnasi model SAMR dan kesenjangan kerangka kerja TPACK guru di tingkat pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa lebih termotivasi oleh pembelajaran digital, namun berdampak pada penurunan rentang konsentrasi, kemandirian, dan keterampilan motorik halus (menulis tangan). Kontribusi ilmiah dari kajian ini adalah perumusan model integrasi berimbang yang membatasi persuasive design gawai. Implikasi kebijakan praktis yang direkomendasikan bagi sekolah SD-SMP meliputi regulasi pembatasan durasi akses platform digital berbasis dopamin loop di kelas dan kewajiban restorasi sesi menulis manual terstruktur guna menjaga daya tahan kognitif (cognitive endurance) siswa.
Keywords:
conventional learning, digital era, digital learning dependency, elementary and junior high school students, interactive digital learningReferences
[1] N. Selwyn, Education and Technology: Key Issues and Debates, 3rd ed. London: Bloomsbury Academic, 2019.
[2] M. Prensky, “Digital natives, digital immigrants,” On the Horizon, vol. 9, no. 5, pp. 1–6, 2001. https://doi.org/10.1108/10748120110424816
[3] L. D. Rosen, A. F. Lim, J. Felt, L. M. Carrier, N. A. Cheever, J. M. Lara-Ruiz, J. S. Mendoza, and J. Rokkum, “Media and technology use predicts ill-being among children, preteens and teenagers independent of the negative health impacts of exercise and eating habits,” Computers in Human Behavior, vol. 35, pp. 364–375, 2013. https://doi.org/10.1016/j.chb.2014.01.036
[4] Badan Pusat Statistik, Statistik Telekomunikasi Indonesia 2023. Jakarta: BPS, 2023.
[5] Kementerian Pendidikan Nasional, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia, 2003.
[6] O. Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2002.
[7] E. L. Deci and R. M. Ryan, “The ‘what’ and ‘why’ of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior,” Psychological Inquiry, vol. 11, no. 4, pp. 227–268, 2000. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01
[8] A. Arsyad, Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003.
[9] N. Sudjana and A. Rivai, Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru, 1992.
[10] R. I. Putri, Pemahaman Konsep Matematika Siswa. Palembang: Universitas Sriwijaya Press, 2012.
[11] C. Husain and M. Basri, “Analisis kompetensi TPACK guru dalam pembelajaran berbasis teknologi informasi,” Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, vol. 1, no. 3, pp. 112–120, 2021.
[12] M. B. Horn and H. Staker, Blended: Using Disruptive Innovation to Improve Schools. San Francisco: Jossey-Bass, 2015.
[13] C. M. Christensen, M. B. Horn, and H. Staker, Is K-12 Blended Learning Disruptive? An Introduction to the Theory of Hybrids. San Mateo: Clayton Christensen Institute for Disruptive Innovation, 2013.
[14] A. Purwanto, R. Pramono, M. Asbari, C. C. Hyun, L. M. Wijayanti, and R. S. Putri, “Studi eksploratif dampak pandemi COVID-19 terhadap proses pembelajaran online di sekolah dasar,” EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, vol. 2, no. 1, pp. 1–12, 2020.
[15] N. Carr, The Shallows: What the Internet Is Doing to Our Brains. New York: W.W. Norton & Company, 2010.
[16] A. Mangen, B. R. Walgermo, and K. Brønnick, “Reading linear texts on paper versus computer screen: Effects on reading comprehension,” International Journal of Educational Research, vol. 58, pp. 61–68, 2013. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2012.12.001
[17] J. M. Twenge, iGen: Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy and Completely Unprepared for Adulthood. New York: Atria Books, 2017.
[18] A. Duckworth, Grit: The Power of Passion and Perseverance. New York: Scribner, 2016.
[19] D. Buckingham, Beyond Technology: Children’s Learning in the Age of Digital Culture. Cambridge: Polity Press, 2007.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ani Sholikhatin, Watsiqi Ramadhani, Agdaria Halizah Madyah, Dita Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




